Tampilkan postingan dengan label Forum BUMDesa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Forum BUMDesa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Desember 2017

Pimpin Forum Bumdes Jabar, Warga Banjaran Majalengka ini Bertekad Perkuat Ekonomi Kerakyatan


Eman Suherman daru BUMDes Banjaran, Majalengka terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Forum BUMDES Jabar. Eman bertekad menggali potensi dan memajukan perekonomian masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa masing -masing. 

Forum Bumdes Jawa Barat terbentuk berawal dari grup WhatsApp (WA), akhirnya Forum Bumdes Jawa Barat resmi terbentuk di Masjid Nurul Falah, Kantor DPMPD Provinsi Jawa Barat. Perwakilan pengurus bumdes dari 1 kota/dan 14 kabupaten se-Jawa Barat secara aklamasi memilih Eman Suherman, dari Bumdes Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka, menjadi Ketua Forum Bumdes provinsi Jawa Barat. 

Eman dibantu Sekretaris yang dijabat Solehudin dari Bumdes Bersama Geger Bentang, Kabupaten Ciamis, dan Bendahara Teten dari Bumdes Gua Bau Kabupaten Pangandaran. "Jujur ini grup WA forum Bumdes Jawa Barat dibuat sewaktu bancmarking di Padang pada 26 Agustus 2016. Sekarang sudah terbentuk kepengurusannya," kata EMan kepada TINTAHIJAU.com,  Sabtu (16/12/2017).


Eman bertekad menggali potensi dan memajukan perekonomian masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa masing -masing. Apalagi, kata pria yang mengawali karier sebagai perangkat Desa dan kini berhasil mengelola Bumdes di desanya dengan omzet kurang lebih Rp. 250 juta tersebut dengan konsep menampung semua produk unggulan desa -desa di Kabupaten Majalengka, itu Desa memiliki potensi besar dalam menggali dan menguatkan ekonomi kerakyatan. 

"Potensi desa -desa di Jawa Barat sangat potensial dikembangkan melalui Bumdes seperti di Kabupaten Pangandaran dan Majalengka, "kata Eman

Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat pada BPMPD Provinsi Jawa Barat, Firman Nutafiana, memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan Forum Bumdes Provinsi Jawa Barat.

"Semoga Forum Bumdes bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan mengelola potensi desa untuk meningkatkan taraf perekonomian warga desa, "tukas dia. 



Senin, 30 Oktober 2017

PENINGKATAN PENGELOLAAN BUMDESA KECAMATAN KASOKANDEL

Kasokandel 30/10/2017
Bertempat di kantor Kecamatan Kasokandel Kabupaten Majalengka, hari ini Pihak  Kecamatan  Kasokandel menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan BUMDesa Unttuk BUMDesa-BUMDesa yang ada di Kecamatan Kasokandel.

Hadir Dalam Kesempatan tersebut Camat Kasokandel Rony Setiawan, S.Ip. yang di Dampingi Kasie Pemberdayaan dan Perkenomian Kecamatan Kasokandel, Wawan Darmawan Dari Forum BUMDesa Kabupaten Majalengka, Tenaga Pendamping Desa, serta Para Ketua BUMDesa dan Para Kepala Desa se-Kecamatan Kasokandel.

Dalam pembukaan kegiatan Camat kasokandel menuturkan " Pembangunan desa untuk memajukan perekonomian bangsa kini telah memiliki payung hukum yang mantap, yaitu Undang Undang Desa. Dalam implementasinya, Undang Undang Desa memiliki beberapa tujuan utama, yaitu: 
1) pengakuan dan status hukum pada sistem pemerintahan setingkat desa yang beragam di Indonesia; 
2) mendorong tradisi dan kebudayaan masyarakat; 
3) mendorong partisipasi warga dalam pemerintahan desanya; 
4) meningkatkan pelayanan untuk semua orang lewat lebih sanggupnya pemerintahan desa; 
5) mendorong pembangunan oleh oleh warganya sendiri." tuturnya

"Pada perkembangannya, dikeluarkan regulasi yang mendukung UU Desa, yaitu PP No. 60/2014 tentang Dana Desa. Peraturan ini mengatur bahwa desa yang sekarang sudah bisa aktif turut membangun, perlu disokong dengan dana. Artinya, dana desa diadakan dengan dua cita-cita: pemerintah desa lebih bisa sanggup melayani kebutuhan warga, sekaligus warganya lebih aktif berinisiatif. Salah satu wadah untuk memajukan ekonomi desa adalah Badan Usaha Milik Desa atau BUMDesa". jadi mari kita manfaatkan Program Pemerintah dalam Bidang Perekonomian BUMDesa ini sebaik mungkin agar berdampak pada peningkatan perekonomian melalui peningkatan PADes" 


selanjutnya dalam acara dialog interaktif Beberapa Permasalahan yang di temui dalam kegiatan tersebut masih berputar pada masalah manajemen pengelolaan yang sampai saat ini masih belum bisa oftimal pada Profesional sebagaimana BUMDesa bisa bekerja secara Oftimal. tentunya hal ini menjadi pemikiran bersama aga bagaimana kekurangan kekurangan tersebut bisa di minimalisir yang salah satunya sangat di butuhkan adanya Komitmen Bersama antara Para Kepala Desa dengan Ketua BUMDesa masing-masing. 


Sementara dalam Sambutan Dari Forum BUMDesa Kabupaten Majalengka yang di hadiri Oleh Wawan Darmawan yang sekaligus sebagai Ketua BUMDesa Desa Kasokandel mengatakan "BUMDes pada dasarnya merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial (social institution) dan komersial (commercial institution). BUMDes sebagai lembaga sosial harus berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Hal ini sesuai dengan tujuan pendirian sebuah Bumdes pada umumnya, yaitu: 
(1) Meningkatkan Perekonomian Desa, 
(2) Meningkatkan Pendapatan asli Desa, 
(3) Meningkatkan Pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan 
(4) Menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa."

"Empat tujuan pendirian Bumdes itu sudah seharusnya melekat pada visi-misi sebuah pemerintahan desa. Ke empat tujuan itu seharusnya menjadi sikap dan dedikasi semua kepala desa dan perangkatnya. Sejumlah BUMdes yang sukses seperti BUMDes Minggirsari di Kabupaten Blitar atau BUMDes Panggungharjo di Kabupaten Bantul adalah contoh bagaimana pemerintahan desa memiliki visi-misi memajukan ekonomi desa mereka. BUMDes Panggungharjo berhasil membangun usaha pengelolaan sampah dan terus mengembangkan usahanya dengan menggandeng mitra-mitra strategis yang mereka miliki." Tuturnya mengakhiri sesi sambutannya. 

Minggu, 22 Oktober 2017

SILATURAHMI PEGIAT BUMDESA SE-JAWA BARAT


Dalam Rangka menjalin Tali Silaturahmi antara sesama para pegiat BUMDesa se-Jawa Barat, serta Upaya meningkatkan perekonomian di pedesaan, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menjadi salah satu sarana masyarakat dalam meningkatkan sektor perekonomian di setiap desa. melihat hal tersebut  Kepala Desa Sukatali Dede Nuryana sebagai Pegiat BUMDesa dalam Forum Bumdes Jawa Barat (Jabar) mengajak silaturahmi para pegiat-pegiat BUMDesa sejawa Barat untuk Bersilaturahmi, Berdiskusi di aula kantor Desa Sukatali Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang, Minggu (22/10/2017).

Hadir Dalam Kesempatan tersebut Para Pegiat BUMDesa dari berbagai Kabupaten di Jawa Barat Diantaranya : 
  1. Kabupaten Karawang yang di Kawal langsung Ketua BUMDesa Bersama Teluk Jambe Timur H. Deden Kurnia bersama Rombongan BUMDes Smartnya
  2. Kabupaten Majalengka Hadir Bersama Para Pengurus Forum BUMDesa Kabupaten Majalengka yang di ketuai Eman Suherman, S.Pd.I
  3. Kabupaten Ciamis kompak hadir bersama para ketua BUMDesa dan BUMDes Bersama yang di pimpin Langsung Sekjen Desa Smart Solehudin, 
  4. Kabupaten Garut, 
  5. Kabupaten Kuningan bersama Para pengurus Asosiasi BUMDesa Kuningan yang terlihat kompak dengan Seragam Hijaunya, 
  6. Kabupaten Pangandaran yang di Wakili oleh Kang Teten dari BUMDesa Guha Bau Desa Kertayasa Cijulang Pangandaran
  7. Kabupaten Indramayu, 
  8. Kabupaten Bandung Hadir di bawah Komado Kang Deni, 
  9. Kabupaten Cirebon lengkap hadir dari BUMDesa Desa Palimanan Barat dan, 
  10. Kabupaten Sumedang sebagai Tuan Rumah 
Dengan Jumlah peserta yang hadir pada saat tersebut berdasarkan Daftar Hadir yang di panitia menjcapai 45 Orang berhasil memenuhi aula kantor Desa Sukatali Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang yang juga membuat hidup acara Diskusi dan silaturahmi Pegiat BUMDesa .

Kepala Desa Sukatali Dede Nuryana dalam sambutannya mengatakan "Bumdes juga bisa berperan dalam mengoptimalkan pengendalian stok pangan namun, keberadaan Bumdes itu sendiri dihadapkan dengan persoalan anggaraan dan modal yang dinilai belum maksimal," ujar Nana.

Oleh sebab itu, acara tersebut merupakan suatu peluang kerjasama pemasaran dengan Bumdes kabupaten kota lain sehingga, akan tercipta hubungan harmonis antar Bumdes se-Jabar dan membahas tentang regulasi dan potensi wilayah masing-masing.

sementara Ketua BPD Desa Sukatali yang saat itu berkesempatan hadir mengapresiasi kegiatan yang biasa dilakukan para pegiat BUMDesa Jawa Barat, karena hanya dengan silaturahmi akan terbangun sebuah kekuatan baik dalam hal Organisasi maupun pemasaran produk BUMDesa.(Mans)





Kamis, 19 Oktober 2017

240 Peserta Ikuti Gelombang Akhir Bimtek BUMDesa Majalengka


Setelah pemerintah menetapkan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa secara kelembagaan desa dan kelurahan memiliki kewenangan pemerintahan, baik itu dalam mengelola keuangan, pembangunan ekonomi, fasilitasi pemerintahan, pembinaan maupun memberdayakan potensi masyarakat desa terkait hal ini sebanyak 48 desa dg jumlah undangan peserta sebanyak 240 orang dari 6 kecamatan yaitu kecamatan Panyingkiran Majalengka Cigasong kadipaten Dawuan dan Kasokandel mengikuti Bimtek Peningkatan kapasitas pengelolaan Bumdes gelombang ke 7 atau gelombang akhir yang di selenggarakan oleh Dinas PMD Kabupaten Majalengka pada Kamis 19/10/2017 yang bertempat di gedung Kokardan Kelurahan Majalengka Wetan.
Dalam sambutan Kepala Dinas PMD Kabupaten Majalengka mengungkapkan Melalui BUMDesa masyarakat desa diajak berwirausaha secara berkesimbungan. ia menekankan para pengeloa Melalui BUMDesa harus mampu mengembangkan lembaga keuangan desa tsb, sehingga keberadaannya bisa dirasakan manfaatnya dalam kegaiatan ekonomi seluruh elemen masayarakat desa “Tujuan kegiatan ini agar seluruh stake holder BUMDes di Majalengka dapat pembekalan tentang keberadaan BUMDes sehingga bisa membantu memberdayakan ekonomi rakyat di desa. Karena sekarang seluruh desa di kita sudah memiliki BUMDes namun belum maksimal,” ungkapnya.

Dalam mendukung pembangunan perdesaan menuju masyarakat sejahtera maju serta mandiri melalui Keberadaan Forum BUMDesa Majalengka yang merupakan Mitra dari Dinas PMD Kabupaten Majalengka ikut mengambil gerak cepat, dengan secara bersam-sama mengikuti 7 Gelombang BimTek dengan mencakup 330 Desa se-kabupaten Majalengka


Dinas PMD Kabupaten Majalengka melalui Kepala Dinas PMD Kabupaten Majalengka dan Forum BUMDesa Kabupaten majalengka membangun Komitmen bagaimana pengembangan BUMDesa-BUMDesa yang ada di Kabupaten Majalengka bisa bergerak cepat dan sesuai dengan aturan Perundang-undangan . maka komitmen pengelola badan usaha miliki desa (Bumdesa) dan kepala Desa di Masing-masing desanya perlu di bangun dengan harmonis agar kegiatan unit usaha BUMDesa bisa sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desanya.Hal tersebut dikatakan Eman Suherman, S.Pd. I yang di dampingi jajaran Pengurus Forum BUMDesa Majalengka Dede Sutisna, SE. Wawan Darmawan, Tia Agustianingsih sesaat setelah acara Berakhir.

“ Dalam mendukung pembanguan desa, menurut dari Undang-Undang Desa dimana desa diperankan sebagai aktor utama, dalam pembangunan mulai perencanaan, penganggaran sekaligus pelaksanaan kegiatan pembangunan didesa. Kami yakin Jika semua dibangun dengan keharmonisan dan kebersamaan maka hal tersebut merupakan daya dukung kesuksesan Pengembangan BUMDesa ”. Ungkap Eman .

BUMDesa sebagai wadah pengembangan perekonomian masyarakat desa harus dioptimalisasi. Dimana sebelumnnya, desa belum memiliki kewenangan penuh dalam menyelengarakan program BUMDesa, sehingga dibeberapa desa kadang menemui hambatan dalam pelaksanaan. Seperti dikatakan Dede Sutisna SE Seksi Bidang Advokasi Hukum Forum BUMDesa Kabupaten Majalengka

“ harapan kita Bumdes menjadi primadona saat ini bagi semua kecamatan di Majalengka tinggal bagaimana Kita sebagai para pegiat BUMDesa bisa menjalaninya mengelola dengan baik, BUMDesa sudah terbentuk di semua Desa meskipun ada yang kurang aktif. Pembentukannya memiliki aturan SOP dan AD ART sehingga bisa berjalan dengan baik, gagasan Forum dalam satu kata satu bahasa dengan membangun Komitmen antar semua stakholder bisa menjadikan kekuatan yang dahsyat geliat BUMDesa di majalengka. Ungkap Wawan Darmawan Bendahara Forum BUMDesa Kabupaten Majalengka.

Sementara Wakil Sekretaris Forum BUMDesa Kabupaten Majalengka Tia Agustianingsih mengungkapkan "Sasaran pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui Melalui BUMDesa ini adalah untuk melayani masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif. tujuan lainnya adalah untuk menyediakan media beragam usaha dalam menunjang perekonomian masyarakat sesuai dengan potensi desa dan kebutuhan masyarakat, pembentukan bumdes adalah benar-benar untuk memaksimalisasi potensi masyarakat desa baik itu potensi ekonomi, sumber daya alam, ataupun sumber daya manusianya. dan itu Target Utama landasan kenapa Forum BUMDesa Kabupaten Majalengka di bentuk.

Dengan motto BERSAMA KITA BISA di harapkan para ketua BUMDesa yang Bergabung dalam forum BUMDesa Kabupaten Majalengka bisa pro aktif dalam berbagi inovasi dan saling bahu membahu mewujudkan Bumdes Bumdes yg produktif dan berdaya guna bagi masyarakat desa.(Mans)

Rabu, 18 Oktober 2017

Bimtek BUMDesa Gelombang 6 Undang 320 Peserta

Memasuki hari ke 6 kegiatan Pembinaan peningkatan kapasitas kelembagaan BUMDesa gelombang ke 6 kali ini dilaksanakan  di Aula KGD Desa Jatiwangi Kecamatan Jatiwangi. Ketua Forum BUMDesa Majalengka Bersama dengan DPMD Kabupaten Majalengka kembali memberikan Pemaparan terkait   Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) terhadap 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Jatiwangi Kecamatan Kertajati, Kecamatan Jatitujuh dan Kecamatan Ligung dengan kehadiran Peserta sejumlah 320 orang yang terdiri dari Kepala Desa, Ketua BUMDesa, Sekretaris BUMDesa, Bendahara BUMDesa dan Seorang dari Unsur Anggota BUMDesa.
Acara di buka pada jam 09:00 di awali oleh sambutan panitia dari DPMD Kabupaten Majalengka yang disampaikan oleh Kasi Pengembangan Ekonomi Bidang Pengembangan Ekonomi dan Pembangunan Desa  Bapak Drs H. Maman Iskandar Pramudi Warman. Yang dalam sambutannya mengatakan " Anggaran bimbingan teknis peningkatan kapasitas kelembagaan BUMDesa DPMD Kabupaten Majalengka yaitu dari APBD kabupaten Majalengka mengingat hal tersebut mohon agar para peserta bisa memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik baiknya" ungkapnya tegas

Sementara mewakili sambutan Kepala dinas PMD Kabid Perekonomian dan pembangunan desa Bpk.H Elon Sukalam MM. mengucapkan syukur dan terimakasih atas perjuangan para pegiat pegiat Bumdes yang saat ini telah membawa BUMDes BUMDes di masing desa bisa berjalan walaupun masih tertatih tatih. Namun diharapkan segala kekurangan dan kelemahannya di masing masing lembaga agar secara bertahap bisa di benahi baik dalam hal sumber daya manusia maupun dalam penata administrasiannya. Karena dimana usaha makin berkembang harus di tunjang dengan sumberdaya yang mumpuni dan administrasi yang bisa di pertanggung jawabkan secara pelaporan.
Memasuki kegiatan dari pemateri pertama BPK H Elon Sukalam MM menitik beratkan pada kelembagaan BUMDes dalam hal pendirian, pengelolaan dan unit usaha yang di jalani Bumdes dimana musyawarah desa menjadi unsur utama yg  untuk menggali potensi desa. Tanpa musyawarah desa  akan banyak kepincangan yg terjadi dalam penata kelolaannya karena ketika unit usaha BUMDesa berbenturan dengan unit usaha yang di jalani masyarakat desa maka disana akan ada yg di korbankan . BUMDes diharapkan tidak  menjadi predator bagi masyarakatnya. BUMDes harus mempunyai daya dorong dan daya dukung atas usaha yg di jalani masyarakat. Seperti halnya Bumdes bisa menampung dan mengakomodir kebutuhan petani atau para Wirausaha yg ada di desa masing masing.

Memasuki sesi materi yg kedua yang disampaikan Eman Suherman ketua forum BUMDesa Kab. Majalengka Para peserta diajak berinteraksi dalam menggali kendala dan segala sesuatu yg berkaitan di desa masing-masing. Eman Suherman mengungkapkan ketika sebuah permasalahan hanya di tangani oleh sendiri maka akan terasa berat. Melalui keberadaan Forum BUMDesa di tingkat Kabupaten Majalengka dan di tingkat kecamatan masing-masing di harapkan menjadi wadah untuk menampung aspirasi dan menjadi sarana untuk memfasilitasi serta menyampaikan segala sesuatu terkait perkembangan, Kendala dan kegiatan-kegiatan BUMDesa.
Dengan motto BERSAMA KITA BISA di harapkan para ketua BUMDesa yang Bergabung dalam forum BUMDesa Kabupaten Majalengka bisa pro aktif dalam berbagi inovasi dan saling bahu membahu mewujudkan Bumdes Bumdes yg produktif dan berdaya guna bagi masyarakat desa.(Mans)

Selasa, 17 Oktober 2017

Kelengkapan Penting Data Administrasi BUMDesa

Kelengkapan Data Administrasi BUMDesa diantaranya :
  1. Peraturan Desa (Perdes) Tentang BUMDesa Silahkan download Disini
  2. Keputusan BPD (Persetujuan Perdes) Silahkan download Disini
  3. Berita Acara BPD Persetujuan Perdes Silahkan download Disini
  4. Keputusan Kepala Desa Tentang AD ART BUMDesa Silahkan download Disini
  5. Lampiran Keputusan Kepala Desa tentang AD ART BUMDesa Silahkan download Disini
  6. Lampiran Keputusan Kepala Desa tentang Pengurus BUMDesa Silahkan download Disini
  7. Peraturan Desa tentang Penyertaan Modal BUMDesa Silahkan download Disini
  8. Contoh Perencanaan BUMDesa berdasarkan RPJMDes silahkan download Disini
  9. Contoh Berita Acara Serah Terima Penyertaan Modal BUMDesa silahkan download Disini

Terimakasih semuanya saran dan masukannya ditunggu ya karena indah itu akan terasa indah ketika kita saling berbagi

Haruskah Akta Notaris Untuk Pendirian Bumdes?

Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) diatur dalam Permendesa No 4 Tahun 2015 Tentang Bumdesa. Pasal 4 dari permendes ini berisi menyatakan bahwa:

Pasal 3
Desa dapat mendirikan BUM Desa berdasarkan Peraturan Desa tentang Pendirian BUM Desa
(2) Desa dapat mendirikan BUM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan mempertimbangkan:
a. inisiatif Pemerintah Desa dan/atau masyarakat Desa;
b. potensi usaha ekonomi Desa;
c. sumberdaya alam di Desa;
d. sumberdaya manusia yang mampu mengelola BUM Desa; dan
e. penyertaan modal dari Pemerintah Desa dalam bentuk pembiayaan dan kekayaan Desa yang diserahkan untuk dikelola sebagai bagian dari usaha BUM Desa.

Pasal ini mengemukakan bahwa pendirian Bumdes maupun unit-unit usaha dari Bumdes tidak mengharuskan adanya akta notaris, yang diperlukan hanya Perdes (Peraturan Desa). Akta notaris hanya diperlukan jika Bumdes akan berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT), jika tidak Perdes saja sudah cukup untuk mendirikan Bumdes beserta unit-unit usahanya.
Sumber: Bumdes.id